Sunday, January 31, 2021

Aplikasi Tri Bipolar

 



 

PEMANAS RUANGAN OTOMATIS

( SENSOR RAIN DAN SENSOR SOUND)



1. Tujuan[Back]

  1. mengetahui bagaimana bentuk dari rangkaian sensor rain dan sensor sound untuk aplikasi pemanas ruangan otomatis 
  2. mengetahui prinsip kerja dari sensor rain dan sensor sound
  3. mengsimulasikannya didalam rangkain proteus
  4. mengetahui apa saja komponen yang dibutuhkan dalam membuat aplikasi sederhana ini

 

2.Komponen[Back]

1. Resistor 

Resistor merupakan komponene elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir.

Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien listrik, derau listrik (noise), dan induktansi

Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit petak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

https://id.wikipedia.org/wiki/Resistor

        2. Transistor NPN


                     Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki berbagai macam fungsi sepert sebagai penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagainya. Transistor         merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling banyak ditemukan dalam                            rangkaian-rangkaian elektronika. Boleh dikatakan bahwa hampir semua perangkat elektronik                menggunakan Transistor untuk berbagai kebutuhan dalam rangkaiannya. Perangkat-perangkat                elektronik yang dimaksud tersebut seperti Televisi, Komputer, Ponsel, Audio Amplifier, Audio         Player, Video Player, konsol Game, Power Supply dan lain-lainnya.

Klik disini untuk lebih mengetahui tentang Transistor NPN


3. Batterai atau power supply 5 volt DC


DC Power Supply adalah suatu alat elektronik yang dapat menyediakan tegangan berupa tegangan DC. DC Power Supply biasanya digunakan dalam percobaan di laboraturium, project, maupun sebagai pembelajaran dalam bidang elektronika. DC Power Supply kerap disebut dengan sebutan Catu Daya.

 

Sederhananya, DC Power Supply befungsi sebagai 'Converter' tegangan dari AC (Alternating Current) ke tegangan DC (Direct Current). Mengingat perangkat elektronika membutuhkan tegangan yang lebih kecil serta stabil.

 

Klik disini untuk lebih mengetahui tentang DC Power Supply

         

        4. Relay

          Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.


5. Selenoid Valve




 





Solenoid valve berfungsi untuk keran atau katup  air, yang dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida.

6. Sensor Rain








3. Dasar Teori  [Back]

         

1.resistor





Resistor merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna:
1. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama
2. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua
3. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang ketiga
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10(10^n)

Resistor di pasaran

2.Transistor npn

Selain digunakan sebagai penguat, transistor biasanya juga dapat digunakan sebagai saklar dalam rangkaian elektronika. Jika ada arus yang cukup besar di kaki basis, transistor akan mencapai titik jenuh. Pada titik jenuh ini transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor sehingga transistor seolah-olah short pada hubungan kolektor-emitor. Jika arus base sangat kecil maka kolektor dan emitor bagaikan saklar yang terbuka. Pada kondisi ini transistor dalam keadaan cut off sehingga tidak ada arus dari kolektor ke emitor.

3.relay



Pengertian Relay dan Fungsinya – Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

4.selenoid valve

Solenoidvalve elektrik adalah salah satu kran yang dirancang menggunakan solenoida sebagai kontrol nya, kran ini aktif ketika diberikan tegangan minimal 12 volt dengan arus 1,2 Ampere untuk tiap kran. Kran ini hanya mampu on dan off saja karena solenoida pada prinsipnya bekerja pada dua kondisi yaitu hanya on dan offGambar dibawah menunjukan bentuk fisik dan bagian-bagian yang terdapat pada solenoid valve


5.sensor rain


Rain sensor merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi hujan turun atau tidak. Intinya sensor ini jika terkena air pada papan sensornya maka resistansinya akan berubah, semakin banyak semakin kecil dan sebaliknya. Pada sensor ini, terdapat integrated circuit atau IC (komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor, dan lain-lain) komparator yang berfungsi memberikan sinyal berupa logika ‘on’ dan ‘off’.T






Gambar 3.2 grafik rain sensor

sensor sound

Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi listrik (Alternating Sinusioda Electric Current). Sensor suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya. 



4. Percobaan[Back]

A.             

1.prosedur percobaan

  1. buka applikasi proteus
  2. susun rangkaian sepertti pada gambar dibawah
  3. jika belum menambahkan librari sensor rain dan sensor sound maka tambahkan terlebih dahulu
  4. jika sudah terpasang semuanya maka coba applikasikan jika berlogika satu maka motornya akan bergerak

2.gambar rangkaian






3.prinsip kerja

    ketika sound sensor berlogika satu atau adanya suara tepuk tangan maka sensor akan aktif tegangan dari suplai  menuju vcc yang akan  dikeluarkan dari vout sebesar 4.99 volt lalu menuju resistor.resistor akan menghambat arus dan mengeluarkan tegangan sebesar 0.82 volt yang akan menuju  basis dari kaki trans dan menuju kaki basis transistor.karna tegangan yang cukup maka transistor akan aktif  karna syrat transistor akan aktif minal tegannya dari 0.6-0,7 volt. aktifnya transistor mengakibatkan  adanya arus dari supply menuju relay lalu menuju  kaki kolektor ke  emitor lalu ke ground.sehingga switch dari relay berpindah ke kiri yang akan menyebabkan adanya arus di loop sehingga lampu hidup.begitu juga ketika  hujan berlogika satu maka sensor rain juga akan aktif.tegangan dari suplai menuju vcc yang akan di keluarkan dari vout sebesar 4.99 dan diteruskan ke resistor dan menghambat arus sehingga tegangan yang keluar sebesar 0,83 volt yang artinya cukup untuk mengatifkan transistor.aktifnya transistor mengakibatkan  adanya arus dari supply menuju relay lalu menuju  kaki kolektor ke  emitor lalu ke ground.sehingga switch dari relay berpindah ke kiri yang akan menyebabkan adanya arus di loop sehingga heater hidup
 
 
 

 
        Link Download [back] :
 
simulasi rangkaian klik disini
gambar rangkaian klik disini
video rangkain klik disini
semua data sheet klik disini
lebrari sensor sound klik disini
librari sensor rain klik disini 


 

 

No comments:

Post a Comment