PEMANAS RUANGAN OTOMATIS
( SENSOR RAIN DAN SENSOR SOUND)
- mengetahui bagaimana bentuk dari rangkaian sensor rain dan sensor sound untuk aplikasi pemanas ruangan otomatis
- mengetahui prinsip kerja dari sensor rain dan sensor sound
- mengsimulasikannya didalam rangkain proteus
- mengetahui apa saja komponen yang dibutuhkan dalam membuat aplikasi sederhana ini
1. Resistor
Resistor merupakan komponene elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir.
Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien listrik, derau listrik (noise), dan induktansi
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit petak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
https://id.wikipedia.org/wiki/Resistor
2. Transistor NPN
Klik disini untuk lebih mengetahui tentang Transistor NPN
3. Batterai atau power supply 5 volt DC
DC Power Supply adalah suatu alat elektronik yang dapat menyediakan tegangan berupa tegangan DC. DC Power Supply biasanya digunakan dalam percobaan di laboraturium, project, maupun sebagai pembelajaran dalam bidang elektronika. DC Power Supply kerap disebut dengan sebutan Catu Daya.
Sederhananya, DC Power Supply befungsi sebagai 'Converter' tegangan dari AC (Alternating Current) ke tegangan DC (Direct Current). Mengingat perangkat elektronika membutuhkan tegangan yang lebih kecil serta stabil.
Klik disini untuk lebih mengetahui tentang DC Power Supply
4. Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
5. Selenoid Valve
Solenoid valve berfungsi untuk keran atau katup air, yang dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida.
6. Sensor Rain
1.resistor
Resistor merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna:
1. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama
2. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua
3. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang ketiga
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10(10^n)
2.Transistor npn
3.relay
Pengertian Relay dan Fungsinya – Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
4.selenoid valve
Solenoidvalve elektrik adalah salah satu kran yang dirancang menggunakan solenoida sebagai kontrol nya, kran ini aktif ketika diberikan tegangan minimal 12 volt dengan arus 1,2 Ampere untuk tiap kran. Kran ini hanya mampu on dan off saja karena solenoida pada prinsipnya bekerja pada dua kondisi yaitu hanya on dan off. Gambar dibawah menunjukan bentuk fisik dan bagian-bagian yang terdapat pada solenoid valve.
5.sensor rain
Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi listrik (Alternating Sinusioda Electric Current). Sensor suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya.
A.
1.prosedur percobaan
- buka applikasi proteus
- susun rangkaian sepertti pada gambar dibawah
- jika belum menambahkan librari sensor rain dan sensor sound maka tambahkan terlebih dahulu
- jika sudah terpasang semuanya maka coba applikasikan jika berlogika satu maka motornya akan bergerak
2.gambar rangkaian
3.prinsip kerja














No comments:
Post a Comment